


Pagi-pagi pukul 5 pagi semua semeton telah berkumpul di Terminal Bajera untuk menunggu Bis yang telah dijadwalkan tiba pukul 05.30. Semua semeton telah siap dengan berbagai perlengkapan sembahyang, dan tidak lupa dengan takilan yang lengkap dengan lauk pauknya..sesuai intruksi pengurus para semeton memakai seragam sembahyang yang telah dibagikan secara gratis. Para semeton tampak antusias dengan program tirta yatra kali ini..
waktu menunjukkan jam 6 pagi ketika bis pertama tiba di terminal Bajera, Panitia kemudian meminta kepada semeton yang terdaftar di Bis satu unuk segera menaiki bis..setengah jam kemudian bis dua pun tiba..keterlambatan sejam dikarenakan terjadi miskomunikasi antara panitia dengan pihak bis..Kemudian panitia meminta para semeton yang terdaftar di bis 2 untuk segera masuk kedalam bis. Tiba2 bis 2 mogok, Sopir memita para semeton untuk membantu mendorong bis hingga hidup kembali..Hehe itung2 pemanasan sebelm tirta yatra.
Pukul 7 tepat perjalanan Dharma pun dimulai.pemberhentian pertama di pura Serijong, jero manku turun untuk menghaturkan canang sebagai tanda minta izin agar acara tirta yatra berjalan lancar. Perjalanan Tirta yatra dilanjutkan menuju Pura Rambut Siwi. Pura yang belum pernah saya kunjungi.
Jam 9 pas Bus telah memasuki Areal pura Rambut Siwi. Para semeton berhamburan turun dari bus. menaiki anak tangga yang cukup banyak dengan semangat menuju jaba pura sambil menunggu kehadiran Jro mangku Khayangan. Sesaat kemdian jro Mangku pun tiba dan mempersilahkan para semeton memasuki pelataran Pura Rambut Siwi. Kemudian para ibu2 mempersiapakan aturan dan para semeton duduk dengan tertib. Ketika semuanya teah siap, Jro Mangku langsung melakukan puja..keheingan begitu terasa ditengah suara genta..kemudian dilanjutkan dengan Panca sembah ntuk memohon kerahayuan dan matur suksma kepada Hyang Widhi.. Kidung turun tirtha menggema disaat sang serati membagikan paica Ida Bhatara..Begitu indah...
Tepat jam 10, rombongan meninggalkan areal Pura Rambut Siwi menuju ke Pura Segara Rupek. yang terletak di kawasan hutan lindung Bali Barat. Pura yang di danai oleh Bank dunia dan Swadaya masyarakat dan juga peran pemkab dan pemprov ini masih dalam tahap pembangunan dan penataan, namun hal itu tidak mempengaruhi kesakralan pura yang di penuhi banyak wanara dan tempat berstananya Dang Hyang Sidhi Mantra ini..Persembahyangan pun segera dilakukan ditengah panas yang cukup menyengat. Setelah persembahyangan dan sedikit Dharma wacana dari Jro Mangku. Tidak lupa Para semeton Ngaturang Dana Punia.
Pukul 11.Perjalanan pun dilanjutkan menuju telukterima.Kuburan Jaya parana. Karena waktu yang mepet dan rute yang cukup panjang persembayangan diteluk terima dilakukan di pelinggih yang terdapat dipinggir jalan..disini juga banyak terdapat wanara/kera yang menginta dari pepohonan. Persembahyangan berjalan dengan Kidmat walaupun diganggu suara musik disco yang terdengar dari warung2 pinggir jalan.
Waktu menujukkan jam setengah 12 ketika kami meninggalkan Pura \Teluk Terima menuju ke Pura Pemuteran yang terletak di kabupaten Buleleng dan didekat area latihan militer Tentara Nasional Indonesia. Sesampainya di Pura Pemuteran kami melihat warga disana sedang mengantrai untuk mendapatkan air bersih. Kami pun menuju ke jaba Pura. Sebelum memasuki Jeroan Pura kami diharuskan untuk melukat terlebih dahulu dengan tirtha yang sudah disediakan. dan terdapat juga dua keran air hangat untuk membersihkan diri. Para semeton sangat antusias melakukan hal tersebut. dan banyak diantara kami yang percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit. sehingga setelah persembahyangan para semeton membeli jerigen untuk menampung air suci tesrebut. Didalam areal pura terdapat empat buah sumur air hangat. Setelah persembahyangan perut kami pun keroncongan, dan diputuskan untuk makan siang dipelataran parkir. Para semeton pun rame rame membuka perbekalan, ada yang bawa nasi tipat dengan berbagai lauk pauk. kami pun saling bertukar makanan. Semua maka dengan lahap dan gembira. Para sopirpun ikut bergabung..
Jam 2 setelah acara makan2 usai, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pura Pulaki yang terletak dipinggir pantai dan diapit perbukitan. Terdapat banyak wanara yang begitu liar. Sampai2 ada aturan semeton yang direbut oleh para wanara. sehingga mnimbulkan gelak tawa . Persembahyangan disini cukup menegangkan karena saant menghaturkan puja para semeton dikelilingi puluhan wanara yang tidak bisa diam...
Jam 3 Kami telah sampai di Pura Pasar Agung yang berdampingan dengan Pura Melanting yang sangat Megah. Maklum karena Pra tersebut Dikunjungi ole para Pedagang n Bisnisman. Disini Kai bertemu dengan Men Jiwa yang telah mengabdikan dirinya sebagai pengayah di Pura Pasar Agung.Sebelum melakukan persembahyangan, para semeton nunas Tirtha yang akan dipakai di rumah dan tempat usaha masing2. Persembahyangan dilakukan dengan kidhmat dan dilanjutkan sembahyang di Pura Melanting.
Usai persembahyangan para semeton beristirahat sejenak di pelataran parkir dan diwarung untuk membeli kopi. Kemudian kami menuju Pura Kertha Kawat yang terletak 3 km di utara pura melanting. Dinamakan Pura Kertha Kawat menurut warga disini karena Pura ini Banyak dikunjungi Para pejabat dan para pembuat keputusan pada jaman dahulu kala...Persembahyangan pun dilakukan bersama2....
Akhirnya usai sudah perjalanan Tirtayatra dan Rombongan menuju Bajera melalui Pupuan..Dua Jam kemudian rombongan tiba Di penyawangan Pur Mekori dan semua turun untuk nunas tirtha dan memberi makan pada para wanara yang ada di hutan mekori..Perjalanan ulang dilanjutkan dengan diiringi kidung2 Dharma.. Jam setengah 7 rombongan tiba dengan selamat di terminal Bajera. Perjalanan yang cukup melelahkan namun sangat menyenangakan dan semua dapat berjalan dengan lancar. Terima Kasih Tuhan, semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan di Tahun2 yang akan datang.
waktu menunjukkan jam 6 pagi ketika bis pertama tiba di terminal Bajera, Panitia kemudian meminta kepada semeton yang terdaftar di Bis satu unuk segera menaiki bis..setengah jam kemudian bis dua pun tiba..keterlambatan sejam dikarenakan terjadi miskomunikasi antara panitia dengan pihak bis..Kemudian panitia meminta para semeton yang terdaftar di bis 2 untuk segera masuk kedalam bis. Tiba2 bis 2 mogok, Sopir memita para semeton untuk membantu mendorong bis hingga hidup kembali..Hehe itung2 pemanasan sebelm tirta yatra.
Pukul 7 tepat perjalanan Dharma pun dimulai.pemberhentian pertama di pura Serijong, jero manku turun untuk menghaturkan canang sebagai tanda minta izin agar acara tirta yatra berjalan lancar. Perjalanan Tirta yatra dilanjutkan menuju Pura Rambut Siwi. Pura yang belum pernah saya kunjungi.
Jam 9 pas Bus telah memasuki Areal pura Rambut Siwi. Para semeton berhamburan turun dari bus. menaiki anak tangga yang cukup banyak dengan semangat menuju jaba pura sambil menunggu kehadiran Jro mangku Khayangan. Sesaat kemdian jro Mangku pun tiba dan mempersilahkan para semeton memasuki pelataran Pura Rambut Siwi. Kemudian para ibu2 mempersiapakan aturan dan para semeton duduk dengan tertib. Ketika semuanya teah siap, Jro Mangku langsung melakukan puja..keheingan begitu terasa ditengah suara genta..kemudian dilanjutkan dengan Panca sembah ntuk memohon kerahayuan dan matur suksma kepada Hyang Widhi.. Kidung turun tirtha menggema disaat sang serati membagikan paica Ida Bhatara..Begitu indah...
Tepat jam 10, rombongan meninggalkan areal Pura Rambut Siwi menuju ke Pura Segara Rupek. yang terletak di kawasan hutan lindung Bali Barat. Pura yang di danai oleh Bank dunia dan Swadaya masyarakat dan juga peran pemkab dan pemprov ini masih dalam tahap pembangunan dan penataan, namun hal itu tidak mempengaruhi kesakralan pura yang di penuhi banyak wanara dan tempat berstananya Dang Hyang Sidhi Mantra ini..Persembahyangan pun segera dilakukan ditengah panas yang cukup menyengat. Setelah persembahyangan dan sedikit Dharma wacana dari Jro Mangku. Tidak lupa Para semeton Ngaturang Dana Punia.
Pukul 11.Perjalanan pun dilanjutkan menuju telukterima.Kuburan Jaya parana. Karena waktu yang mepet dan rute yang cukup panjang persembayangan diteluk terima dilakukan di pelinggih yang terdapat dipinggir jalan..disini juga banyak terdapat wanara/kera yang menginta dari pepohonan. Persembahyangan berjalan dengan Kidmat walaupun diganggu suara musik disco yang terdengar dari warung2 pinggir jalan.
Waktu menujukkan jam setengah 12 ketika kami meninggalkan Pura \Teluk Terima menuju ke Pura Pemuteran yang terletak di kabupaten Buleleng dan didekat area latihan militer Tentara Nasional Indonesia. Sesampainya di Pura Pemuteran kami melihat warga disana sedang mengantrai untuk mendapatkan air bersih. Kami pun menuju ke jaba Pura. Sebelum memasuki Jeroan Pura kami diharuskan untuk melukat terlebih dahulu dengan tirtha yang sudah disediakan. dan terdapat juga dua keran air hangat untuk membersihkan diri. Para semeton sangat antusias melakukan hal tersebut. dan banyak diantara kami yang percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan penyakit. sehingga setelah persembahyangan para semeton membeli jerigen untuk menampung air suci tesrebut. Didalam areal pura terdapat empat buah sumur air hangat. Setelah persembahyangan perut kami pun keroncongan, dan diputuskan untuk makan siang dipelataran parkir. Para semeton pun rame rame membuka perbekalan, ada yang bawa nasi tipat dengan berbagai lauk pauk. kami pun saling bertukar makanan. Semua maka dengan lahap dan gembira. Para sopirpun ikut bergabung..
Jam 2 setelah acara makan2 usai, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pura Pulaki yang terletak dipinggir pantai dan diapit perbukitan. Terdapat banyak wanara yang begitu liar. Sampai2 ada aturan semeton yang direbut oleh para wanara. sehingga mnimbulkan gelak tawa . Persembahyangan disini cukup menegangkan karena saant menghaturkan puja para semeton dikelilingi puluhan wanara yang tidak bisa diam...
Jam 3 Kami telah sampai di Pura Pasar Agung yang berdampingan dengan Pura Melanting yang sangat Megah. Maklum karena Pra tersebut Dikunjungi ole para Pedagang n Bisnisman. Disini Kai bertemu dengan Men Jiwa yang telah mengabdikan dirinya sebagai pengayah di Pura Pasar Agung.Sebelum melakukan persembahyangan, para semeton nunas Tirtha yang akan dipakai di rumah dan tempat usaha masing2. Persembahyangan dilakukan dengan kidhmat dan dilanjutkan sembahyang di Pura Melanting.
Usai persembahyangan para semeton beristirahat sejenak di pelataran parkir dan diwarung untuk membeli kopi. Kemudian kami menuju Pura Kertha Kawat yang terletak 3 km di utara pura melanting. Dinamakan Pura Kertha Kawat menurut warga disini karena Pura ini Banyak dikunjungi Para pejabat dan para pembuat keputusan pada jaman dahulu kala...Persembahyangan pun dilakukan bersama2....
Akhirnya usai sudah perjalanan Tirtayatra dan Rombongan menuju Bajera melalui Pupuan..Dua Jam kemudian rombongan tiba Di penyawangan Pur Mekori dan semua turun untuk nunas tirtha dan memberi makan pada para wanara yang ada di hutan mekori..Perjalanan ulang dilanjutkan dengan diiringi kidung2 Dharma.. Jam setengah 7 rombongan tiba dengan selamat di terminal Bajera. Perjalanan yang cukup melelahkan namun sangat menyenangakan dan semua dapat berjalan dengan lancar. Terima Kasih Tuhan, semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan di Tahun2 yang akan datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar